Only a Good Planner

Sore ini ada chat masuk dari kawan saya,
‘’Ce, calon istrinya S meninggal.’’

Deg.

Innalillahi wainnailihi raajiu’n..

Lalu runutan chat kami berdua kembali saya telusuri. Sekitar minggu lalu Meme, sahabat saya di Surabaya, mengatakan bahwa ada seorang kawan lama kami, S, yang akan menikah.
Mendengar kabar kawan tersebut akan menikahpun juga sudah sebuah kejutan, mengingat sepertinya baru kemarin kami menangani acara kepanitiaan yang sama. Sekarang, belum sempat keterkejutan saya habis, keterkejutan lain menyusul.

Jadi calon kawan saya itu meninggal hari ini, 2 hari setelah mereka lamaran. Penyebabnya? Dari chat tadi, Meme mengatakan bahwa perempuan itu meninggal karena kecelakaan.

Then, how is he feeling now?

Pastinya berat dan sedih sekali. Dari info Meme itu, saya juga tahu bahwa tanggal resepsi sudah ditentukan di tanggal 15 November ini. Mungkin undangan sudah disebar dan venue acara sudah dibooking.

Sampai saat ini saya belum melakukan kontak dengan kawan saya tadi. Saya jelas turut sedih dengan kabar tersebut, seperti apa rasanya berada dalam posisi itu..

Saya hanya bisa berharap semoga kesedihan teman saya tadi segera terobati, bisa perlahan ikhlas dengan qodar-Nya, dan semoga amal ibadah calon istri teman saya bisa diterima di sisi-Nya. Aamiin..

We are only good planners, aren’t us?



No comments:

Post a Comment