Noted

Entah kenapa kuliah Struktur & Proses Organisasi pagi ini yang bertopik Information control berubah arah membahas dunia perkereta-apian. Mungkin karena perusahaan yang jadi case study kelompok yang sedang presentasi adalah PT. KAI kali ya.. yang awalnya membahas perombakan KAI melalui sistem informasinya melalui perusahaan IT asal Jerman, SAP jadi sampai membicarakan perubahan budaya yang cukup radikal di KAI.

‘’Saya dulu masih nemuin lho jaman waktu komuter masih banyak orang naik di atap kereta. Sampai-sampai petugas KAI pada bingung maksa mereka turun, uda disemprotin air sampe dibawain anjing buat ngusir mereka, tetep pada ga turun dari atap. Bahakan di Stasiun Citayam (Bogor) sampe ada ibu-ibu yang prihatin dengan kelakuan mereka dan akhirnya melakukan qosidahan di pinggir stasiun, berharap mereka segera turun sambil nyanyi ‘ingat anak istri di rumahmu, jaga keselamatanmu’.’’

‘’Siapa yang disini rumahnya ada di Jawa sana? kan kalau pulang suka naik kereta gitu ya. Dulu saya masih nemuin ada tiket berdiri Jakarta-Semarang. Bayangin aja kalau naik dari Gambir sampe Poncol (Semarang) kudu berdiri, berdirinya di WC lagi kalo lorong kereta pada penuh.’’

‘’Sekarang lihat wajah kereta api, dulu anak FE apa ada yang mau kerja di KAI? Kayanya ga ada deh, tapi sekarang? Gajinya bisa sampe 50 juta-an.’’

‘’Siapa bilang orang Indonesia ga bisa disiplin? Tuh buktinya bisa, Cuma emang harus dipaksa. Sekarang orang uda pada bisa antre, ga ada lagi yang naik-naik di atap. Itu semua terjadi karena sistem yang diubah. Contoh lagi nih, kalian jalan di Singapur, tuh buktinya bisa nyebrang di zebra-cross, antre di MRT, tapi kenapa kok waktu sampe di Indonesia, kalian berubah jadi brengsek lagi? Hahaha.’’

‘’Orang Indonesia itu mentalitasnya ngga buruk, cuma harus dipaksa kalau mau berubah.’’

Lalu ada salah satu teman saya yang bertanya,’’Pak, kalau mau mengubah sesuatu harus dimulai dari budayanya atau sistemnya?’’

‘’Keduanya. Jadi budaya dan sistem harus berjalan beriringan. Percuma saja kalau sistem berubah tapi budaya tidak, keduanya harus berjalan bersama.’’

Budaya dan sistem harus berjalan beriringan.

Well, noted!


No comments:

Post a Comment