Nah, waktu itu sang ustad membahas tentang kerendahan hati. Dengan gaya bicaranya yang lepas dan mengalir dia menerangkan hakekat kerendahan hati dengan sangat sederhana. Indah. Dia berkata bahwa Allah, yang punya jagad raya seisinya ini benar-benar rendah hati sekali, buktinya?
Bukankah memang seharusnya kita begitu? Apa yang menjadi lambang supremasi kehebatan diri kita macam harta kekayaan, kepintaran maupun kelebihan fisik itu semua cuma titipan saja kan? Apa pantas kita membanggakan, menyombongkan sesuatu yang cuma titipan? Enggak kan.Yang memberi saja, yang menguasai jagad, yang dengan kekuasaannya memberi kita titipan ini telah mengajari kita kerendahan hati kok. Sebagai manusia yang cuma dititipi, kita wajib menjaga amanah tadi, tanpa embel-embel tinggi hati. Lha wong cuma titipan.

No comments:
Post a Comment