Bla bla bla

Banyak pendapat orang tentang diri kita. Ya, ini konsekuensi sebagai makhluk sosial bukan? Ada banyak yang positif, yang negatif lebih banyak lagi. Kenapa gitu sih? Ya, namanya manusia, persepsinya tentang sesuatu nggak pernah sama. Ada pro dan kontra. Ada baik dan buruk. Nah, masalahnya siap nggak buat nerima semua persepsi tadi? Kalo yang positif mah, Alhamdulillah. Nah kalo negatif? Naudzubillah..

Yaa, siap enggak siap juga enggak ada beda. Semua persepsi tadi pada akhirnya sampai di telinga kita. Yang kita rasa sesuai atau enggak juga enggak bisa difilter toh? Tugas kuping buat mendengar. Tapi otak yang mengolah, yang kasih respon.

Sering kesel juga denger persepsi yang enggak sesuai, lebih-lebih dateng dari orang yang enggak dikenal. "Aduh, enggak kenal aja belagu pake komen macem-macem." paling cuma bisa cuap-cuap di batin doang.

Dalam kondisi yang kayak gini nih mental kudu siap bertahan. Sekeras apapun persepsi yang menghadang, bisik-bisik yang beredar. Muka tembok bisa jadi juru kunci juga buat mantengin ini masalah.

Lepas dari suka enggak suka apa yang dinamain persepsi, wajib kita terima enggak melulu dampak negatif aja yang ditimbulin. Dampak positifnya juga ada kok. Persepsi orang itu sama aja trampolin introspeksi. Semakin kenceng tuh persepsi miring, semakin kenceng juga kita harus introspeksi (kalo dirasa perlu). Yaa, pada akhirnya toh semua kembali pada yang punya diri. Mau pilih yang mana : Lempeng bermuka tembok ato kenceng introspeksi.

No comments:

Post a Comment