Hujann!!! Yey, akhirnya hujan lagi, ini yang kedua kalinya setelah hari Kamis lalu. Saya selalu suka hujan, baunya khas. Apalagi saat manunggal dengan tanah. Baunya.. Spesial buat saya. Bahkan mungkin bisa mengalahkan aroma parfum, semahal apapun. Saat rinainya yang transparan membuat semua basah, saat hujan seperti keringat raksasa, saat pelangi muncul sebagai dessert yang menawan mata. Uh, semua seakan sempurna.
Ya, saya suka hujan. Tetapi bukan yang mencekam seperti setahun belakangan. Hujan yang selalu siap meresahkan saya setiap jam sekolah lewat.
Akibat hujan itu yang saya benci. Bukan hujannya sendiri, tapi akibat ulah saya, kalian, kita, ya, manusia. Apalagi kalau bukan banjir? Seakan fenomena alami yang biasa terjadi.
Tapi saya muak, muak dengan banjir. Banjir itu seperti lambang keegoisan manusia. Sibuk membangun ini itu, berlomba membuat yang tertinggi, termewah yang ter- ter- lainnya tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Lahan resapan berkurang, sedikit, sedikit.
Sibuk membuang ini, itu ditempat yang tak semestinya. Ah, padahal itu semua dari kita, oleh kita, untuk kita kan? Seharusnya sebagai masyarakat bijak kita tahu konsekuensi setiap hal yang kita lakukan, meskipun sangat sepele seperti membuang sampah. Ah, kapan tak ada lagi banjir. Ah, kapan saat hujan datang kita bisa tetap bebas menikmatinya tanpa harus berpikir dalam nanti pulang lewat mana untuk menghindari banjir, Ah kapan banjir tak lagi menelan korban?
No comments:
Post a Comment