Pernah nggak sih sekedar iseng ngelihat pantat piring melamin tempat makanmu? Ada tulisan apa disana? Atau pernah nggak sih ngebaca sekilas keterangan di merek tas favoritmu? Masih nggak nyambung juga? Oke, pernah nggak ngintip kalimat kecil di baterai ponselmu? Nah, mulai jelas kan. Oke semua pertanyaan tadi mungkin berjawaban iya atau enggak atau kurang kerjaan banget sih. Tapi ya itu hal-hal sepele yang sering kita lupakan. Jawaban semua hal di atas adalah satu : Made in China. Nah, clear kan semua pertanyaan diatas? Oke, sebenarnya nggak usah dijawab semua pun tahu kalau negara China kekuatan utamanya terletak di Industri, apapun tanpa kecuali. Nih ya dari mulai piring melamin, bolpen, pensil, karet penghapus, kaos dalem, robot-robotan, material ponsel, laptop, televisi, kipas angin sampai yang paling wah Jembatan Suramadu yang iconic banget itu ya bahan baku utamanya dari China. Hebat nggak tuh?
Imron Cotan, dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Senin (25/7/2011) China merupakan salah satu negara yang
mengalami pertumbuhan paling tinggi di dunia, bahkan di atas 10% per tahun untuk jangka waktu yang lama. Via Tribunnews.com
Rahasia China yanng pertumbuhan ekonominya bisa diatas 10% per tahun bisa dilihat dari penguasaan barang-barang tetek bengek kecil yang menurut kita bukan pangsa pasar menjanjikan tapi benar-benar digarap apik oleh mereka. Bidang kecil seperti bolpen, penggaris bahkan kaos dalam. Mengedepankan efisiendi pekerjaan, bukan tak mungkin barang sepele itu mendulang emas, setiap orang butuh barang-barang kecil tadi kan? Bayangkan produksi bolpen dalam skala massal contohnya 100.000 buah, maka omzetnya pun pasti tak akan main-main juga.
Tapi tak serta merta barang kecil saja, barang besar seperti komponen mobil dan bahkan pesawat terbang pun bisa dibuat oleh China dalam waktu singkat dan biaya hemat. Benar-benar menerapkan prinsip efisiensi dalam bekerja.
Kapan Indonesia bisa seperti itu? Saya penasaran ingin menjawabnya, 10 tahun lagi..
No comments:
Post a Comment