Semua orang pasti pernah kecewa, merasa gagal, ekspektasi jauh dari angan. Saya juga termasuk bahkan kejadian-kejadian itu datang beruntun seakan mengeroyok mimpi saya yang terlanjur jadi, hampir, dikit lagi.
Mengenaskan. Rasanya seperti mau berontak dan bilang 'gimana bisa coba, padahal kan ini, itu..'. rasanya kosong banget, jadi enggak fokus. Akhir-akhir lalu saya juga sering minta diparingi rasa ikhlas, diajari cara ikhlas. Kenapa? karena setelah saya pikir ikhlas itu ya satu-satunya obat mujarab mengobati rasa sakit yang terlanjur timbul dari kegagalan. Bayangkan saat usahamu cuma dianggap sebagai debu yang sia-sia padahal kamu ingin berhasil, semua kamu lakukan tapi nyatanya, hasilnya mengatakan enggak.Caranya ya ikhlas, merelakan itu semua pergi. Bukan rejeki kita, rejeki orang lain dulu. Positive thinking kalau kegagalan adalah terbukanya pintu kesuksesan yang lain. Kalau mau introspeksi diri pasti suatu hari akan terbuka pintu-pintu keberhasilan lain.
Dalam sebuah percakapan SMS singkat teman saya berkata,"Saran Ikhlas, Syukuri dan nikmati semua yang terjadi.."
Benar. Kalau mau bisa ikhlas ya rasa syukur harus jalan seimbang berdampingan biar hasilnya bagus, sempurna enggak setengah-setengah. Rasa syukur membuahkan ikhlas, merubah mindset bahwa ikhlas adalah tombo ati terbaik yang pernah ada.
No comments:
Post a Comment