Reklame Anti Kerut.

Suatu pagi saya berangkat ke sekolah dengan motor tercinta. Rute yang saya ambilpun rute biasa. Jalanan pagi sebelum jam 6 adalah salah satu waktu berkelana favorit saya karena dipastikan bebas macet.

Lalu setelah 25 menit ngepat-ngepot, sampailah di Jalan Pemuda (doakan betul) didepan Zangrandi, saya melihat reklame sebuah Klinik kecantikan ternama. Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan reklame itu, eh ada sih. Reklame itu menampakkan seorang lelaki muda berjas, berwajah bersih kinclong dan terawat duduk disebuah sofa dengan mengapit anjing bermuka malas dengan pipi bergelambir dan sangat banyak kerutan diwajahnya. Terus kenapa? Nah itu bukan letak masalahnya. Tetapi di sebelah gambar itu terdapat kata-kata "Saya anti kerutan."

Disini saya mulai terganggu. Helo? emangnya kamu bisa stay young forever? atau everlasting young? Helo? Apa wajah indahmu itu akan paripurna? Helo? Apa wajahmu bisa seawet porselen Cina terus? Hm.. sampai di kadar ini saya terlihat terlalu sensitif tapi sumpah bukan maksud hati iri dengan wajah antikerut lelaki itu (apalagi anjingnya). Tapi, statement bahwa anti kerut tadi itu lho, rasanya bohong banget kan.

Buat saya sendiri kerut berarti kebijaksanaan sesosok manusia, menandakan bahwa mereka telah menyelami asam manis kehidupan dunia, bahwa mereka sudah bisa lebih bijak dalam menyikapi hidup.

Kedua, menurut saya kerut menandakan kefanaan dunia bahwa sesempurna apapun fisik manusia pasti ada saatnya fisik itu akan semakin menunjukkan gurat-gurat usianya dan berakhir pada kematian yang abadi nantinya.

Well, mungkin saya yang terlalu irasional atau apa tapi yang jelas saya tidak begitu suka dengan reklame tersebut. Atau saya yang mungkin terlalu memikirkan arti dari sebuah kalimat yang terangkai melalui sepotong kata-kata absurd tadi? Hm.. yang jelas sekarang ini saya masih bukan seorang anti-kerut!

No comments:

Post a Comment