Kaya Cara Instan?

Banyak cara instan yang ditawarkan buat jadi kaya. Yang barusan saya lihat nih sebenernya uda ada dari dulu eksisnya. Sebuah program TV cepat kaya tanpa kerja keras, oke kita samarkan nama programnya menjadi Bunga, eh salah XXX aja yah.

XXX ini menawarkan sesuatu banget deh. Sesuatu itu uang dalam bentuk apapun, Voucher liburan, Mobil, motor, gadget, dll. Nah kalo apes ya dapet zonk biasanya berupa barang-barang bekas rongsokan yang enggak banget, tapi ya pasti dibeli pake uang juga kan? cuma ya nilainya aja yang beda sama hadiah utama.

Saya yakin semua paham sama mekanisme dapet duit instan ini. Peserta cuma harus berdandan paling heboh supaya dilirik pembawa acara lalu memainkan games konyol dan berakhir pada pilihan-pilihan yang harus dijatuhkan biasanya sih tirai. Tapi akhir-akhir ini muncul juga kotak, amplop bahkan saku si pembawa acara tersebut. Sekali lagi, peserta cuma tinggal milih kok, enggak lebih. Kalo dapet yang bagus & mahal ya untung, kalo dapet zonk ya buntung. Tapi mereka (peserta) kan enggak ngeluarin modal gede juga kan? Seenggaknya kalo dapet zonk ya masih bisa ngeksis di layar TV to? hehe.

Nah disini letak kisruhnya. Melalui acara-acara kayak gini nih, masyarakat Indonesia dididik buat bermalas-malasan. Mendapat segepok uang secara instan. Tanpa bercucur keringat atau banting tulang. Tinggal ikut acara semacam itu lalu nasib akan berjalan. Berharap harta melimpah akan segera datang. Hm.. benar-benar ia-sia dan mubazir acara semacam itu, membuat orang banyak berharap pada hal tak pasti seperti itu.

Saya masih yakin bahwa hanya kerja keras dan doa yang bisa membuat kita berkecukupan secara materi, mendapatkan rejeki yang barokah karena setiap tetes keringat kita dalam mencari ma'isah akan dihitung sebagai amalan kita untuk bekal nantinya. Bukan acara semacam itu. Tapi saya juga tak ragu kalau Allah dapat memberi rejeki dari arah yang tak kita duga, yang datang tiba-tiba. Namun bukankah lebih baik berusaha daripada berharap sesuatu datang secara tiba-tiba saja? Karena proses yang menjadikan kita lebih bijaksana.

No comments:

Post a Comment