PMS. Makhluk apakah itu? Yup. Premenstruasion Syndrome (PMS) sudah sangat tenar di kalangan
wanita. Sindrom ini biasanya menjangkiti kami 1-2 minggu sebelum terjadinya
siklus bulanan.
Penandanya? Banyak.. ada yang berupa penanda yang kentara
secara fisik, tapi yang lebih melelahkan adalah penanda secara mental.
PMS ini unik, sikap seseorang bisa dipengaruhinya. Dengan
dalih ketidakstabilan hormon esterogen dan progesteron, PMS dapat membuat
seorang wanita jungkir-balik karena cemas, labil, dan lebih sensitif dari
biasanya. Thanks to the hormones!
Ternyata, menurut Dr. Guy E. Abraham dari Fakultas Kedokteran
UCLA (University of California Los Angeles), PMS dapat dibagi ke beberapa tipe,
yaitu :
1) PMS Tipe A (Anxiety)
yang ditandai dengan gejala seperti cemas, sensitive, saraf tegang, hingga
perasaan labil. Beberapa bahkan mengalami depresi ringan hingga sedang sebelum
mendapat ‘siklus bulanan’ ini. Penyebabnya? Lagi-lagi ulah hormone esterogen
yang lebih tinggi dari progesteron, hingga membuat ketidakstabilan hormon yang
berakibat pada hal-hal baper diatas.
Do’s : Penderita PMS A sebaiknya banyak mengonsumsi
makanan berserat dan membatasi minum kopi L
2) PMS Tipe H (Hyperhydration)
yang ditandai dengan gejala edema (pembengkakan) di tangan & kaki, perut
kembung, dan peningkatan berat badan sebelum ‘siklus bulanan’. Edema dapat
terjadi akibat berkumpulnya air di jaringan luar sel karena tingginya asupan
garam atau gula pada diet penderita.
Do’s : Mengurangi asupan garam & gula
3) PMS Tipe C (Craving)
yang ditandai dengan rasa lapar ingin mengonsumsi makanan yang manis-manis
(cokelat :p) dan karohidrat sederhana (gula). Secara umum, setelah megonsumsi
makanan berkadar gula dalam jumlah banya, penderita mengalami hipoglikemia yang
timbul karena meningkatnya kadar insulin.
Rasa ingin makan makanan manis dapat disebabkan oleh
stress, tingginya garam dalam diet makanan, serta kurangnya magnesium.
4) PMS Tipe D (Depression)
yang ditandai dengan gejala depresi, ingin menangis, lemah, gangguang tidur,
pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata (verbalisasi). PMS tipe ini
disebabkan karena ketidakseimbangan hormon, dimana hormon progesterone leh=bih
tinggi daripada hormon esterogen.
Do’s : Makan makanan yang mengandung vitamin B6
ANOTHER DO’S & DONT’S
Pencegahan PMS dapat dilakukan dengan :
1) Batasi konsumsi makanan tinggi gula, tinggi garam,
daging merah, kopi, alkohol, minuman bersoda
2) Konsumsi protein
3) Batasai konsumsi lemak dari makanan yang di goreng :’
4) Banyak olahraga secara teratur (y)
5) Menghindari & mengatasi stress :’
6) Menjaga berat badan
That’s
all.
Sebenarnya uraian diatas untuk menjawab kebingungan saya sendiri tentang PMS
yang tetiba berpengaruh cukup ektrem pada mood beberapa waktu sebelum dan saat
terjadinya siklus bulanan. Terus terang, hal itu cukup mengganggu. Karena hal-hal
yang harusnya biasa tiba-tiba jadi tidak biasa. Perilaku orang lain yang biasa
saja kadang bisa jadi sumber perusak mood yang sebelumnya bagus, vice versa.
Jadilah saya penasaran mengapa PMS bisa menyebabkan begini
dan begitu? Dan sekarang sudah mulai tercerahkan. PMS memang benar membuat
seseorang lebih sensitif, labil, dan baperan. Namun, itu bukan sebuah pembenaran
bagi kita untuk selalu uring-uringan saat kedatangan siklus bulanan ;)
Semoga dengan makin kenal PMS, maka makin baik kita
menyambut kedatangannya tiap bulan! J
Disadur
dari doktersehat.com
No comments:
Post a Comment