Selamat Berlebaran!

Taqabalallahu minna wa minkum,

Maafkan semua salah, khilaf, utang yang belum terbayar, janji yang belum sempat terpenuhi & barangkali ngomongin kamu di belakang

Selamat berlebaran!

Ucapan selamat lebaran diatas saya dapat di H+1 Lebaran melalui akun Line saya. Secara pribadi saya lebih suka ucapan selamat berlebaran dan sejenisnya melalui personal chat alias jalur pribadi karena kalau melalui grup kok kesannya apakah kesalahan dibuat secara berjamaah sehingga ucapan maaf juga sepatutnya diucapkan secara berjamaah? Well, itu opini pribadi sih.

Ya, balik lagi ke konten ucapan berlebaran diatas. Konten diatas saya anggap paling orisinil, bagus dan langka selama berkali-kali lebaran dan berpuluh-puluh pesan yang daya terima. Kenapa? Karena isinya mencakup satu poin penting yang jarang diakui orang-orang : utang, janji, dan gongnya ngomongin orang di belakang.

Saya rasa, entah sengaja/tidak dalam kehidupan sehari-hari kita pasti pernah membahas sifat atau perilaku orang lain. Entah memang sengaja membahas secara mendalam semisal gossip atau cuma sekedar membahas seperti angin lalu. Kalau kesemuanya adalah ghibah, berarti ada tanggung jawab untuk meminta maaf pada orang yang bersangkutan kan, supaya tidak jadi dosa?

Sulitnya, kadang kita suka lupa siapa saja yang sudah kita gunjinggkan tabiatnya, mungkin sepuluh, dua puluh, atau bahkan lebih?

Maka dari itu saya anggap konten ucapan diatas anti-mainstream karena si pengirim mau mengakui kesalahan bahwa dia pernah melakukan ghibah atas orang lain, dan mau meminta maaf atas hal tersebut, meskipun orang itu tidak tahu.

Well, selamat berlebaran dalam kesyukuran! J

No comments:

Post a Comment