Ngomong Ekonomi



Hari ini entah kenapa berasa full insight deh, last class with bu Sulastri Surono Pengantar Ekonomi, dikasih wejangan kalo ntar jadi orang besar kayak Menteri dan pengambil kebijakan strategis lain, jangan sampai menganut mekanisme pasar sebagai andalan kegiatan ekonomi karena itu cuma bakal semakin menguntungkan perusahaan multinasional karena natural monopoly-nya, dimana perusahaan tersebut bisa bikin produk dengan harga yang sangat kompetitif dibanding perusahaan lain. Dia bilang juga bahwa 70 % dari UU kita tentang perekonomian di segala bidang itu isinya melanggengkan mekanisme pasar. Kebayang ga? Jadi secara ga langsung Indonesia sudah sangat pro dengan pasar bebas. “Teman saya yang dari Malaysia bahkan ngomong kalo perekonomian Indonesia itu ibaratnya sudah telanjang bulat, jadi uda ga nafsu lagi.” Maksudnya? Ya saking bebasnya perekonomian kita di segala lini yang bisa dimasukin pihak asing di berbagai bidang dan proses. “Negara yang jarang terkena krisis? Apa menganut system mekanisme bebas? China itu tidak menggunakan mekanisme bebas seluruhnya. Pemerintah China hanya mengizinkan perusahaan asing masuk di pinggir-pinggir, bukan semua aspek seperti di Indonesia.” “Kalian tahu kan kalau system ini semakin kuat setelah Rusia jatuh? Nah, sekarang apa bagus mekanisme pasar untuk diterapkan? Lihat saja Lehman Brothers yang dari 2008 jatuh sampai sekarang. Para ekonom dunia sedang mencari system baru diluar mekanisme pasar untuk diterapkan di dunia.” Kalau kata suami saya “Mekanisme pasar itu punya otak tapi ga punya hati.” 


Kalau saya sih, yang jelas, apapun sistemnya saya tidak peduli. Yang penting perokonomian itu harus untuk kepentingan nasional.” Prof. Sulastri Surono


Katanya sambil menutup kelas dengan senyum.


No comments:

Post a Comment