Generasi Kopi

Menjamurnya Coffee Shop kekinian membangkitkan ingatan perkenalan pertama saya pada kopi. Dimulai dari keluarga besar yang ternyata juga pecinta kopi.  

Saya masih ingat ketika SD, Mbah Jinem kerap kali menyangrai kopi diatas cobek tanah liat saat sore hari. Hasil sangraian kopi itu digilingkan ke tetangga sebelah kami yang punya mesin selep, bunyinya khas dan memekakkan telinga. Setelah di selep, biji kopi menjadi bubuk yang siap dinikmati.

Mungkin itu perkenalan pertama saya pada kopi.

Lepas kepergian Mbah Jinem, ada budhe yang gemar meminum kopi. Kalau tidak minum 2 kali sehari, maka budhe akan pusing, tidak segar katanya. Kaffein memang menjadi doping yang kuat bagi budhe. Budhe tidak setradisional Mbah Jinem yang menyangrai kopinya sendiri. Andalan budhe adalah kopi merek Kapal Api ditambah sesendok gula yang dicampur air panas dalam gelas belimbing mungil : jadilah kopi tubruk sederhana yang nikmat.

Kebiasaan ngopi akhirnya juga turun ke salah satu anak budhe, saya biasa memanggilnya Mas Wawan. Mas Wawan adalah generasi millennial pecinta kopi yang melek tentang jenis-jenis kopi, cara roasting, dan bermacam alat pembuat kopi. Kecintaan pada kopi dibuktikan dengan beragam alat-alat pembuat kopi seperti mesin ekspresso, grinder, timbangan digital, dan alat-alat lain yang entah namanya apa, berbaris rapi di dapur rumahnya. Oh iya, tak ketinggalan biji-biji kopi khas berbagai daerah di Indonesia. Semuanya, ada!

Meminum segelas mungil espresso di pagi hari adalah ritual pembuka pagi saudara saya ini, kadang kebiasaan ini bikin saya ngeri-ngeri sedap sambil bertanya,

"Mas, kok kuat wetenge sampeyan?"

lalu dijawab dengan senyuman,   

"Enak lho iki!"

Tempo hari saya diajari bagaimana cara grinding biji kopi lalu mengoperasikan mesin pembuat espresso. Langkah selanjutnya adalah mencampur gula aren, susu sapi, dan susu evaporasi menjadi kopi kekinian yang banyak dijual dengan berbagai merek. Ternyata, ada rumus resep agar racikan kopi susu jadi enak, dan rumusnya dibuat dari berbagai percobaan sendiri. Wow.

PR selanjutnya buat saya adalah : belajar buat latte art! belakangan saya suka membuka akun youtube kafe-kafe Korea yang mengkreasikan latte art lucu.. lumayan kan bisa belajar :)

Ada banyak cara orang-orang menyukai kopi, mengolahnya mulai dari cara tradisional Mbah Jinem dengan menyangrai sendiri, cara praktis budhe dengan kopi tubruk sederhananya, hingga kopi kekinian anak budhe yang enak sekali.

Kopi, kamu menyatukan generasi.

No comments:

Post a Comment