Pagi itu bis penuh sesak
hingga menyisakan satu kursi kosong. Aku naik, ngobrol sebentar sama tetangga
sebelah, berusaha merem buat tidur setelah semalaman begadang. Dari pantulan
kaca depan terlihat supir bis masih muda dan gaul. Mas supir itu pake kaca mata
hitam & jaket jins khas Dilan, plus rambut di tata pake pomade.
Perjalanan 2 jam itu
penuh musik. Mas supir itu menikmati tiap lagu yang dinyanyikan beberapa band dan penyanyi, mulai Wali Band,
Eren, Melly Goeslow, Nella Kharisma, Via Vallen, dan banyak lagu dangdut yang
aku bingung itu siapa. Kebanyakan sama : nada koplo, banyak sahur-manuk pemain musik, lirik
provokatif, plus suara merajuk si penyanyi. Ada 2 lagu dangdut yang kuingat,
judulnya : Pelakor! sama Goyang Nasi Padang! Haha…
Di sela macem-macem genre musik yang diputar dari VCD, banyak
pedagang asongan & pengamen masuk-keluar bis. Yang dijual pedagang asongan komplit, mulai dari permen, buku resep masakan, gunting kuku, alat jahit
serbaguna, pia basah, dan tak ketinggalan.. tahu bulat. Rasanya naik bis selalu
seriuh ini ya :)
Ditengah-tengah riuhnya
suara-suara pedangan asongan, suara kenek, dan suara musik dari VCD di depan,
ada pengamen masuk. Sebelum pengamen itu bernyanyi, VCD di depan mati, setelah
pengamen menyanyikan beberapa lagu sampai selesai, baru VCD tadi dinyalakan
lagi. Awalnya kukira memang VCD yang diputer macet. Tapi, kejadiannya berulang sama setiap
pengamen masuk, mas supir pasti mematikan VCD tadi, kayanya sampai 4 kali. Dan
itu keren..
Aku nggak ngerti apa
memang VCD sengaja dimatikan biar suara pengamen nggak kalah sama VCD atau
gimana. Tapi menurutku toleransinya dapet banget sih. Sama-sama cari rezeki,
mas supir mau matiin-nyalain VCD tiap pengamen dateng biar suara mereka bisa
didengar oleh penumpang yang sebenernya kebanyakan tidur, main hape, ngobrol,
atau ngelamun. Seenggaknya mas supir tadi ngasih ruang buat pengamen nyanyi-nyanyi,
cari rezeki.
Hm.. kadang kebaikan-kebaikan begini emang ada di depan mata kita ya, it happens everyday..
No comments:
Post a Comment