#ManusiaJakarta



3 Hari terakhir ini saya merasakan menjadi #ManusiaJakarta yang bergantung pada mass transportation paling hot : KRL & Bus Transjakarta. Rutenya? Tidak kalah hot : Depok-Gatot Subroto!
 
Then, how it feels? Superduper hectic!
Kalo biasanya saya ngejar bikun dari Stasiun UI-FE yang cuma makan waktu 5 menit dan jarak nggak sampe 2 km, kalo ini? Superr..  makan waktu berjam-jam dan berkilo-kilo meter

Kalo biasanya saya kelas jam 8 ya berangkat jam 8 berangkat jam 07.50, saat ini saya udah harus berangkat jam 6 untuk acara jam 8. 

Hari pertama saya naik metromini ke Pasar Minggu, lalu oper KRL ke Stasiun buat sampe ke Stasiun UI. 1,5 jam saya hilang di jalan… padahal itu bukan rush hour, saya sengaja pulang agak malam sekitar jam 9 untuk menghindari kepadatan jam pulang kerja, but… Jakarta never sleep

Hari kedua saya memberanikan diri berangkat naik Bus transjakarta dari Depok ke Gatsu dan ternyata lebih enak dan cepat, makan waktu kotor 1 jam saja dan relatif nyaman, walaupun harus rela jadi ‘’pepes’’ di KRL karena saya berangkat di rush hour (jam 6 pagi).

Itu masih mending, dibandingkan temen saya yang naik mobil dari Depok dari jam 4 sore dan baru sampai di Gatsu jam 9 malam x_X

Di kereta & bus transjakarta, saya melihat muka-muka lelah dan pelor dimana-mana, nyamannya sih yang dapat seat

Muka-muka pagi yang full make up, pelor. Muka-muka malam yang lusuh, pelor.
Kebayang sih gimana lelahnya. Apalagi yang rumahnya lebih pelosok lagi, butuh waktu yang lebih lama lagi…

Gosh, sekarang saya tahu istilah ‘Jangan jadi tua di Jakarta’

Kalau setiap mobilitas kita diiringi macet, antre, pepes, dan ketidaknyamanan lain… 

Semoga transportasi Jakarta makin baik kedepan dan semoga teman-teman (nanti) tidak menjadi tua di (jalanan) Jakarta! Aamiin c:

No comments:

Post a Comment