Konteks

Kamu tahu ketika ruang dan waktu bergabung maka terciptalah konteks, itu yang dikatakan dosenku.

Maka marilah kita duduk dan bicara tentang konteks kita.

Kita, aku dan kamu, waktu.

Kenapa kamu terus mengejar dan seakan memburu? Apa salahku

Bahkan mendengar kroni kecilmu, detik berderak, aku meragu

Rasanya baru kemarin aku tiba

Tapi mengapa seakan besok aku akan segera pergi?

Kalender di kamarku juga cepat berganti : dari hari menuju hari, bulan menuju bulan, hingga kamu kupensiunkan. Kuganti dengan angka dua ribu yang baru.

Baterai jam merah di mejaku pun terasa cepat habis. Perasaan baru kemarin kuganti.

Ketika aku bertemu lagi dengan Juni, aku merasa seakan kemarin baru juga Juni.

Mengapa cepat-cepat, waktu?

Apa yang membuatmu tergesa?

Apakah kau ingin aku segera berganti konteks dengan mempercepat waktu sehingga aku dapat segera berganti ruang?

Memang aku ingin,

tetapi nanti dulu,

setelah kubereskan mimpi-mimpiku.

Coba tahanlah


Setelah itu mari kita berdamai~

No comments:

Post a Comment