Not For Sale


''Aduh... ga sempet makan.''

Kenapa akhir-akhir ini kata-kata itu sering saya ucap. Ini bukan persoalan berusaha diet atau apa, tapi benar-benar tidak sempat. Dari kegiatan satu ke yang lain benar berimpitan, seolah nggak ada jedanya, tak-tek-tak-tek.

Jika banyak orang menganalogikan waktu sebagai barang mahal, maka saya tak setuju karena waktu bukan barang yang bisa dibeli, diperdagangkan dan tentu saja, tidak punya price tag. 

Jadi, sekaya apapun orang tetap tidak akan bisa beli waktu. 
Saat keadaan sepadat ini, saya sering ngos-ngosan, lari kesana-kemari, urus ini-itu dan seabrek a-b-c-d lain yang butuh perhatian. 

Hikmahnya besar sekali, saya jadi bisa lebih menghargai waktu, terutama waktu lowong begini. Rasa syukurnya minta ampun, ada jeda buat bernapas barang sejenak. Ada sela untuk rehat dari penat dan ada lelah yang bisa dilepas saat lowong begini.

Alhamdulillah, lesson's learned : bisa menghargai apa yang Dia titip tanpa bisa ditarik atau ditambah kembali :) 

No comments:

Post a Comment