Diskusi Kebangsaan yang saya ikuti kemarin, benar-benar sarat makna & nilai, Mahfud M.D. selaku pembicara tunggal, walaupun berbagi tak kurang dari sejam lamanya menjawab masalah kebangsaan dan hukum di Indonesia dengan cerdas, tak berbelit-belit dan langsung pada intinya.
Beliau berkata bahwa akar dari berbagai masalah yang melanda Indonesia adalah pada penegakan hukumnya.
Di awal diskusi, data-data dipaparkan secara gamblang oleh beliau, bahwa :
a) Indonesia berada di urutan kedua tingkat pertumbuhan ekonomi dengan angka 6,5% setelah Tiongkok.
b) Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berada di peringkat 16 dunia.
Angka-angka dan peringkat diatas mengundang decak kagum para perserta diskusi, tapi hal itu tak berlangsung lama saat beliau menambahkan :
"Ada 29,5 juta rakyat miskin di Indonesia, itu kalau versi pemerintah dengan standar Rp 250.000 sebulan. Tetapi kalau versi Bank Dunia, ada 108 juta rakyat yang miskin, dengan standar Rp 700.000 sebulan. Tinggal pilih pakai yang mana. Kalau pemerintah sih biasanya suka yang jumlahnya kecil saja ya biar ndak banyak-banyak." Ujarnya.
Beliau juga mengungkapkan tentang Rasio Gini Indonesia yang makin lama makin memprihatinkan.
"Rasio Gini itu yang menggambarkan tingkat kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Di jaman Pak Harto itu, Rasio Gini Indonesia hanya 0,20, jumlah ini naik menjadi 0,248 di tahun 2002, naik lagi menjadi 0,410 di tahun 2013. Menurut penelitian, pemerintahan di suatu negara akan hancur kalau Rasio Gininya mencapai 0,45. Lihat itu negara-negara Timur Tengah, saat seperti itu rasio mereka sudah mencapai 0,45 maka hancurlah pemerintahannya." Tambahnya.
Kenapa Rasio Gini Indonesia bisa melaju sebesar dan secepat itu?
"Karena hukum tidak ditegakkan (dengan benar). Korupsi ada dimana-mana."
"Jaman Pak Harto dulu, korupsi itu terjadi setelah APBN jadi, disahkan. Nah, kalau sekarang? Mau masukin proyek ke DPR saja dikenakan fee sebesar 7% dari nilai proyeknya. Korupsi terjadi bahkan sebelum APBN disahkan.'' Paparnya sembari berdecak heran.
"Kenapa saya berani bilang seperti itu? karena saya tahu.."
Deg, terus terang saya baru tahu perkara itu. Fee sebesar itu dari nilai proyek, bukan jumlah yang sedikit. Bukan. Dan ada berapa ribu proyek yang menjadi garapan besar DPR selama masa jabatan mereka? Silahkan dihitung sendiri..
''Indonesia ini adalah negara hebat, bayangkan dengan tax ratio* yang hanya 11% saja sudah bisa menopang 70% APBN kita. Apalagi kalau 100 persen, tak perlulah kita hutang-hutang untuk APBN itu."
Kemudian ia memaparkan sesuatu "Ini rahasia ya, benar-benar rahasia yang sering Abraham Samad katakan pada saya. Tapi, ya saya katakan saja rahasia ini pada Anda..."
"Dia berkata bahwa seandainya saja korupsi di bidang Minyak dan Gas ini dibersihkan dan dikelola secara efisien, tiap kepala di Indonesia akan mendapat gaji sebesar 20 juta rupiah. Jumlah ini dari hasil Analisa para ahli yang disewa oleh KPK."
Setelah pernyataan ini, saya tertegun.. ada hak tiap warga Indonesia yang tidak diberikan semestinya, karena korupsi...
''Betapa besarnya bangsa ini, sudah di korupsi masih saja bisa besar dan berdiri tegak sampai sekarang."
''Koruptor yang tertangkap sekarang ini hanya yang apes saja, yang bekingannya sudah tidak ada dan duitnya sudah habis, makanya ketangkep. Sisanya? mereka lari dulu ke kejaksaan, ke polisi biar kelar perkaranya disitu, tidak ditangkep sama KPK.''
to be continued...
*Tax Ratio : Kemampuan untuk mengumpulkan pajak
No comments:
Post a Comment