Baju Syahrini, Jilbab Marshanda


Lebaran tanggal 30 atau tanggal 31 ya? Galau. Ya udah lah daripada ribut mikirin kapan datengnya, mending cimak-cimuk one must have item di Lebaran kali ini, apalagi kalo bukan baju baru. Yuhuu, tradisi ini sangat-sangat mendarah daging di Indonesia atau bahkan di dunia? Who knows pendamping pernik lebaran selain ketupat & ''angpao'' tentunya. 

Rasanya enggak lengkap banget lebaran tanpa baju baru, kurang greget gitu loh. Bukannya apa-apa ya, dulu pas masih kecil jumlah baju lebaran yang kamu punya itu bisa jadi kebanggan sendiri, makin banyak makin pede hehe.

Nah, biasanya tiap tahun ada tren baju yang bener-bener diburu khalayak ramai, sampe ramee banget di kalangan ibu-ibu. Yap itu dia Baju Syahrini & Jilbab Marshanda yang booming banget tahun ini. Sebagian besar ibu-ibu dan perempuan segala usia merasa itulah barang wajib yang harus dibeli, biar trendi dan up-to-date gitu loh. Jadi hampir semuanya memborong baju dengan karakteristik sama : Kain Kaftan dengan lengan bermodel kelelawar terbang tak lupa warna-warni cerah dengan gesper antik di bagian bawah dada. Oh ya dan jangan lupakan payet yang membuatnya semakin bling-bling. 




 Dan Jilbab Marshanda yang jadi trendsetter dengan kombinasi 2 warna jilbab yang menjadikannya semarak. 





***

Nah, semua yang diatas itu adalah hal yang luar biasa lumrah di masyarakat kita. Selebritis semacam Syahrini & Marshanda adalah public figure yang sangat melekat di kehidupan sehari-hari. Termasuk cara berfesyennya. Pertanyaannya : Bagaimana kalau fesyen atau tren itu malah membuat masyarakat identik? kembar, sama bahkan menjurus pada hal-hal yang tidak kreatif? Gaya-gaya itu ditiru mentah-mentah dengan mengesampingkan apakah  hal itu cocok atau tidak dengan mereka. 

Tren justru akan membunuh kreatifitas berbusana jika penerapannya seperti saat ini. Ditiru mentah-mentah. Seakan-akan seperti seragam TK, sama semua. Masyarakat senang dengan hal-hal yang identik, identik dengan artis idolanya tentunya. Yaa dengan berbaju seperti si idola itulah yang menjadikannya merasa mirip. 

Well, ini pendapat pribadi. Tren adalah kerja keras para penciptanya, aplikasikan dengan wajar,
Be your self 'cause it's the easiest way to show your own inner beauty :) 





No comments:

Post a Comment