Covid-19 #2022

Sesuai dengan namanya, Covid-19 mulai merebak di tahun 2019, namun qodarullah saya baru merasakan di tahun 2022. 

Alhamdulillah, gejala yang saya rasakan seperti radang tenggorokan biasa, mungkin karena efek sudah 2x vaksin plus 1x booster. 

Apakah hal itu menurunkan kekhawatiran saya akan penyakit ini? tidak juga. Bukan karena adanya penyakit komorbid, namun karena kondisi saya yang sedang hamil. I'm afraid that this disease could affect my pregnancy :(

Sepanjang minggu saya habiskan untuk isoman bersama suami. Alhamdulillahnya, suami negatif dan tidak menunjukkan gejala yang sama dengan saya meskipun serumah. Itu satu hal yang patut saya syukuri sekali. I owe you a lot <3

Hari terberat menurut saya saat isoman adalah hari 1-5, radang sedang ganas-ganasnya, mau menelan apa saja pasti perih. Waktu terparah adalah saat bangun tidur, mau ngomong saja susahnya minta ampun. Radang tenggorokan saya disertai pilek, pusing, serta demam. Cukup mengganggu untuk beraktivitas seperti biasa, saya benar-benar hanya bisa bed-rest selama isoman.

Pada hari ke 6 batuk mulai muncul. Batuknya covid saya rasa sangat kering, tidak berdahak, dan meninggalkan rasa haus yang besar, sekalipun saya sudah menenggak air putih bergelas-gelas. 

Pada hari ke-9 sedang batuk sudah mulai mereda, datang migrain di kepala. Saya hanya bisa pijit-pijit kepala sebelah kanan kalau migrain itu datang. 

Pada hari ke-10 saya memutuskan untuk PCR sesuai aturan kantor. Semalaman saya tak bisa tidur, mungkin memikirkan PCR keesokan hari? kalau-kalau masih saja positif? kondisi saya jauh lebih baik daripada saat pertama kali terindikasi Covid, badan sudah mulai bugar, hanya migrain yang datang sesaat. 


Semoga ini pengalaman pertama dan terakhir terkena Covid-19, semoga penyakit ini segera hilang, yang sakit segera sembuh, dan kondisi bisa kembali ke jaman sebelum Covid, amin.

No comments:

Post a Comment