#1 Palangkaraya

 Suatu pagi di hari Selasa, saya masih goleran di kasur sambil mengumpulkan mood untuk masak. Tiba-tiba, Nalan WA saya,

“Aichaaa….” *dengan emot nangis 3 kali*

Batin saya, ooh paling SK penempatan sudah keluar.

Saya cari nama saya di list puluhan nama yang ada di SK, pelan.. kok nggak ketemu?

Percobaan kedua saya nemu, dan ada Palangkaraya disana.

Kalimantan?

Seketika saya lemas.

Memikirkan tugas keluar Jawa tidak pernah ada di benak saya, sedikitpun.

Pertanyaan saya kepada suami,

”Mas, gimana nih ke Palangkaraya..”

Untungnya suami menguatkan dan mendukung. Meskipun saya tahu, kami sama-sama blank tentang kepindahan mendadak ini.

Dalam waktu 3 hari, kami packing-packing lalu terbang ke Kalimantan. Menajajaki pulau terbesar di Indonesia ini..

Ketika akan landing, biasanya saya terbiasa dengan bangunan kotak-kotak putih yang menandakan sudah dekat area bandara. Namun, disini yang terlihat adalah bentangan hijau seluas mata memandang dan sungai yang meliuk-liuk, membelah hijaunya hutan..

Sesampainya di Palangkaraya, saya takjub, Bandara Tjilik Riwut termasuk bagus dengan bangunan baru yang modern. It’s beyond my expectation..

Lepas dari Bandara dan memasuki kawasan kota, saya melihat jalanan besar-besar, mobil dan motor tidak terlalu banyak sehingga jalanan terlihat lowong. Jarak rumah ke kantor yang 7 km bisa ditempuh dalam waktu 15 menit, daily hassle berupa macet yang biasa kami rasakan di Jakarta itu hilang disini..

Alhamdulillah..

Mayoritas penduduk Palangkaraya adalah pendatang dari Banjarmasin, Jawa, dan penduduk asli Dayak sendiri. Telinga saya musti beradaptasi dengan bahasa Dayak dan Banjar, yang belum familier untuk telinga saya.

Di kantor sendiri masih sering saya mendengar bunyi-bunyi burung yang ramai. Kata suami saya,

”Enak ya disini, tenang..”

That’s true.. memang berasa lebih tenang dan less hectic menurut saya.

Mungkin kepindahan saya kali ini merupakan a short pause dari hidup yang banyak buru-burunya beberapa tahun belakangan. Mungkin ini juga sekaligus latihan untuk menjalani slow life dan banyak flashback apa yang saya lewatkan dari ritme hidup kemarin-kemarin.

Akan ada banyak cerita,

It’s gonna be a long yet meaningful journey I guess?

 

No comments:

Post a Comment