#1
Sejak 2 minggu
lalu, kantor mulai menerapkan sistem Work From Home (WFH). Sistemnya one on-one off dan pembagian berdasarkan kebijakan masing-masing
divisi.
Sehari-hari kami
biasanya membeli sarapan atau kue kecil ke penjaja kue, Bu Mira namanya. Karena
jadwal on-off seperti ini, populasi
karyawan jadi berkurang setengahnya, kantor berasa sepi sekali. Bu Mira menunggu
jajanannya di bawah tangga, seperti biasa, tapi jarang ada yang membeli. Selepas
itu, Bu Mira menjajakan dagangan ke atas,
‘’Sepi ya bu?’’
‘’Iya mba, sepi.’’
Lalu kujelaskan
sedikit tentang WFH-nya kantor ke Ibu, sambil membeli nasi kuning untuk makan
siang. Sampai di
kubikel, atasan nanya,
‘’Beli apa cha?’’
‘’Nasi kuning
buat makan siang, Bu. Dagangan Bu Mira masih banyak, udah siang gini.’’
‘’Iya, pada
WFH.. yaudah tolong ini semua dibeliin ya cha, nanti kasih OB sama Satpam.’’
#2
Galon kosan
habis. Biasanya, saya dan tetangga kos menelepon kang galon langganan dan akan
diantar ke kosan kami setelahnya. Tapi, beberapa hari ini, kang galon tidak
merespon telpon, di-sms juga tidak membalas. Akhirnya terpaksa kami beli
galon di Indomaret sebelah. Berhubung troli galon cuma satu, kami bergantian
menunggu satu sama lain.
Saat sedang menunggu
giliran, saya melihat di seberang jalan ada bapak yang biasanya menjual donat.
Ia membawa 2 kontainer donat yang digantung di tangan kanan-kiri.
Pak donat sedang berjalan di
trotoar, tiba-tiba ada sosok lelaki berhelm hitam menghampirinya. Lelaki tadi menyerahkan amplop putih
kepada pak donat, lalu pergi tanpa menoleh lagi.
Pak donat tersenyum simpul lalu melanjutkan perjalanan untuk menjajakan dagangan.
--
Di tengah wabah virus
corona ini, kita bisa melihat banyak sosok-sosok yang harus bertahan dengan
hasil berjualan harian. Menjajakan dagangan dari pintu ke pintu, berjalan
begitu jauh.. tidak seberuntung yang bisa WFH dan digaji bulanan..
Namun, ditengah
itu semua saya juga melihat ada semangat berbagi, saling menolong diantara
kita. Sama-sama paham bahwa ada yang butuh dibantu di tengah wabah ini.
Semoga setiap kita
diberi energi dan semangat untuk saling bantu, semampu dan sebisanya sesuai
kapasitas..
Semoga ini semua segera berlalu..
Semoga ini semua segera berlalu..
Fainnama’al usri yusro…
No comments:
Post a Comment