Mari menari diatas gerimis rintik yang turun sepanjang sore
indahnya bagai kilauan serat sutra yang dilibaskan pelan dari awan
tutuplah mata dan hiruplah petrichor yang menguap
menyeruak di antara partikel-partikel tanah, air, dan udara
Mari berdansa-dansi dan menertawakan kehidupan
lupakan sejenak bahwa A-mu ternyata adalah B
percayalah bahwa apa-apa yang kau dapat sekarang adalah yang terbaik
maka mari tertawa, sebab peluhmu sudah lebih dari cukup
Mari berbaring diatas hijaunya rerumputan di pagi yang cerah
rasakan hangatnya kemilau matahari meresapi kulitmu
lupakan dulu tabir suryamu, biarkan dia menggelitikimu dengan pelan
duhai, ini adalah nikmat berupa hangat yang pasti kau nanti
Mari mencuri-curi perhatiannya di malam-malam gelap
mana yang lebih nikmat dibandingkan
diri yang bersujud ke bumi
sedang langit yang mendengar?
Mari, mari,
mari mencari jalannya nikmat diantara jutaan yang terhampar
bahwa bahkan dengan menyadari nikmat,
adalah bagian dari kenikmatan
Nice
ReplyDelete